Strategi Produk TEH PUCUK HARUM PT. MAYORA INDAH Tbk
Selasa, 07 Oktober 2025
Mata Kuliah : Inovasi dan Desain Produk
Dosen Pengampu : Ivo Selvia Agusti, S.E., M.Si.
Kelompok 4
1. Angela Priska
2. Henny Grace Enjel Naidelin Waruwu
3. Muhammad Zaky
4. Shidiq Fathanah
5. Refisi Anjeirimen Telaumbanua
6. Senin Abdi Jeremia Tampubolon
Profil Perusahaan: PT Mayora Indah Tbk
PT Mayora Indah Tbk adalah salah satu
perusahaan produsen makanan dan minuman terkemuka di Indonesia. Didirikan pada
17 Februari 1977, perusahaan ini telah berkembang pesat dari industri biskuit
rumahan menjadi sebuah konglomerat yang diakui secara global. Produk-produknya
telah diekspor ke lebih dari 52 negara di berbagai belahan dunia.
Mayora Group menjadi Perusahaan public pada
tahun 1980, pada perkembangannya selanjurnya melakukan ekspansi untuk menjadi
Perusahaan berbasis ASEAN. Mayora mendirikan fasilitas produksi dan kantor
pemasaran di beberapa wilayah Asia Tenggara. Produk Mayora telah dijual
ke banyak negara
di seluruh dunia.
Mayora memiliki sistem
logistic modern, pengelolaan Gudang yang baik, serta jaringan distribusi
yang kuat. Produknya yang berkualitas, dan membawa Mayora mendapatkan
penghargaan dan apresiasi.
Mayora Group dikenal dengan
berbagai merek populernya, seperti:
• Biskuit: Roma,
Better, Slai O Lai.
• Permen: Kopiko.
• Wafer & Cokelat :Beng-Beng, Astor.
• Sereal & Bubur: Energen.
• Kopi :Torabika.
• Minuman:Teh Pucuk Harum, Kopiko
78°C, Le Minerale.
Khusus untuk Teh Pucuk Harum, produk ini
diproduksi oleh anak perusahaan Mayora, yaitu PT Tirta Fresindo Jaya. Meskipun demikian, Teh Pucuk Harum merupakan salah satu produk unggulan yang
memperkuat posisi Mayora di pasar minuman siap minum.
Strategi Produk
Teh Pucuk Harum
Strategi produk Teh Pucuk Harum berfokus pada keunggulan
produk itu sendiri, yang mencakup:
1.
Inovasi Produk
Menurut Kotler & Keller, Inovasi Produk adalah Upaya
Perusahaan dalam menciptakan atau memperbarui produk agar lebih relevan dengan
kebutuhan konsumen melalui ide, teknologi, atau desain baru yang memberikan
nilai tambah bagi pelanggan.
1. R&D (Riset dan Pengembangan),
PT Mayora Indah Tbk secara terus-menerus melakukan riset dan pengembangan untuk
memahami preferensi konsumen teh kemasan. Ini termasuk riset rasa, kemasan,
hingga bahan baku
a.
Fokus Bahan Baku Spesifik
: R&D memastikan konsistensi penggunaan "Pucuk Teh Pilihan". Riset
menunjukkan bahwa pucuk daun teh menghasilkan rasa yang lebih lembut, kurang
pahit, dan aroma lebih harum
dibandingkan daun teh tua. Ini menjadi janji kualitas utama
merek.
b.
Standar Rasa Keseimbangan : R&D terus menguji formula
untuk mencapai rasa manis yang pas (tidak berlebihan)
dan tingkat keharuman melati yang subtle (halus). Ini didasarkan pada riset
konsumen yang mendambakan teh dalam kemasan yang rasanya mirip dengan seduhan
teh di rumah.
2.
Mayora berinovasi yang didorong
oleh tren pasar untuk memastikan
produk tetap relevan dengan perubahan gaya hidup dan preferensi konsumen
modern.
a.
Tren Gaya Hidup On-The-Go : Inovasi Kemasan
Botol PET (Resealable). Respons terhadap kebutuhan
konsumen yang aktif dan mobil (gaya hidup on- the-go). Botol plastik yang
ringan dan dapat ditutup kembali sangat praktis dibandingkan kemasan
konvensional lain.
b.
Tren Health-Conscious : Peluncuran Varian Less Sugar. Merespons peningkatan kesadaran
konsumen akan kesehatan dan asupan gula. Varian ini memungkinkan Teh Pucuk
Harum menjangkau segmen konsumen yang menghindari minuman manis tanpa
mengorbankan kualitas rasa teh.
3. Pemanfaatan Teknologi digunakan
sebagai enabler (pendukung) untuk
menjamin kualitas unggul, efisiensi produksi, dan keamanan produk.
a.
teknologi Advanced Sterilizing Technology (AST) yang canggih untuk menjaga
kualitas dan kesegaran minuman teh tanpa pengawet. Teknologi AST
memastikan teh steril, menjaga kandungan antioksidan dari pucuk teh pilihan,
serta menjamin kesegaran dan keamanannya.
b.
Otomasi produksi massal : Teh Pucuk
Harum dilakukan dengan penggunaan
teknologi canggih dan proses serba otomatis untuk memastikan kecepatan
produksi, efisiensi, dan konsistensi kualitas produk tanpa bahan pengawet.
Proses ini mencakup teknologi sterilisasi UHT (Ultra High Temperature) untuk menjaga keawetan produk, serta
sistem pemantauan digital dan manajemen rantai pasok yang luas untuk melayani
permintaan pasar yang besar.
2.
Diferensiasi Produk
Diferensiasi produk adalah tindakan
mendesain serangkaian perbedaan yang signifikan untuk membedakan penawaran
perusahaan dari penawaran pesaing. Menurut Michael Porter dalam bukunya "Competitive Advantage" menjelaskan diferensiasi sebagai salah satu strategi generik untuk mencapai keunggulan
kompetitif, di mana perusahaan berusaha menjadi unik di beberapa dimensi yang
dihargai secara luas oleh pembeli.
1. Fitur Unik produk
berfungsi sebagai janji utama kepada konsumen yang tidak dapat disamai oleh
pesaing.
a.
Menggunakan pucuk daun teh pilihan:
Teh Pucuk Harum dibuat hanya dari pucuk daun teh terbaik, yang merupakan bagian
terbaik dari tanaman
teh. Klaim ini menjadi inti
dari slogan mereka "Rasa teh terbaik ada di pucuknya" dan
membedakannya dari teh kemasan lain yang mungkin menggunakan daun teh dari
bagian bawah.
b.
"Manisnya pas, tidak nyangkut
di leher": Teh Pucuk Harum
sering menekankan klaim ini
dalam kampanye pemasarannya. Diferensiasi ini menargetkan konsumen yang tidak menyukai
minuman terlalu manis
dan memberikan
pengalaman minum yang lebih nyaman dan tidak membuat seret di tenggorokan.
2.
Kualitas
unggul adalah bukti nyata yang mendukung klaim fitur unik
produk, diwujudkan melalui proses produksi dan bahan baku.
a.
Rasa yang konsisten: Dengan
menggunakan bahan baku yang konsisten dan proses produksi yang ketat, Teh Pucuk
Harum memastikan kualitas rasa yang stabil. Konsistensi rasa ini penting untuk
membangun loyalitas konsumen.
b. Kaya antioksidan: Kandungan polifenol, termasuk antioksidan kuat
seperti EGCG, dalam pucuk daun teh membuat Teh Pucuk Harum kaya akan manfaat kesehatan. Aspek ini
kerap dipromosikan sebagai nilai tambah produk yang baik untuk menjaga daya
tahan tubuh.
3.
Kemasan (Packaging) adalah pembeda visual
dan fungsional yang pertama kali dilihat
konsumen di rak.
a.
Kemasan praktis: Teh Pucuk Harum hadir dalam berbagai ukuran kemasan botol PET, mulai
dari 350 ml, 480 ml, 1 liter, hingga 1,5 liter. Kemasan botol ini praktis untuk
dibawa ke mana saja, sesuai
dengan gaya hidup
konsumen modern yang aktif.
b.
Desain kemasan yang segar: Desain
botol dan labelnya dibuat menarik dan modern dengan tampilan visual terdapat
gambar teh dalam gelas yang tampak menyegarkan seperti teh khas buatan rumah
untuk menarik perhatian konsumen. Desain ini terus diperbarui agar tetap
relevan di pasar yang kompetitif.
3.
Pengembangan Produk
Menurut Kotler & Keller (2007:320)
pengembangan produk adalah strategi untuk pertumbuhanperusahaan dengan
menawarkan produk baru atau yang dimodifikasi ke segmenpasar yang sekarang.
Mengembangkan konsep produk menjadi produk fisikuntuk meyakinkan bahwa gagasan
produk dapat diubah menjadi produk yang dapat diwujudkan. Pengembangan produk adalah strategi yang dilakukan PT Mayora Indah Tbk untuk
memastikan Teh Pucuk Harum tetap relevan, kompetitif, dan
memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan di pasar.
1. Versi Baru (Upgrade) produk adalah
perbaikan atau pembaruan minor pada formula, kemasan, atau proses yang
bertujuan untuk meningkatkan kualitas tanpa mengubah identitas inti produk.
a.
Pembaruan formulasi untuk
meningkatkan kualitas: Mayora terus melakukan riset untuk menyempurnakan formulasi Teh Pucuk Harum.
Hal ini memastikan bahwa cita rasa teh melati
yang khas tetap
konsisten dan relevan
dengan selera konsumen.
b.
Pembaruan dalam proses produksi:
Perusahaan terus berinvestasi dalam teknologi produksi untuk meningkatkan
efisiensi dan kualitas produk. Hal ini memastikan bahwa Teh Pucuk Harum
diproduksi dengan standar kebersihan dan keamanan yang tinggi.
2.
Varian
baru adalah produk yang diluncurkan di bawah merek yang sama,
tetapi menawarkan atribut yang berbeda (misalnya rasa atau manfaat) untuk
menjangkau segmen konsumen yang berbeda.
a.
Varian rendah gula (Less Sugar):
Untuk memenuhi tren kesehatan yang meningkat,
Mayora meluncurkan varian
Teh Pucuk Harum
Less Sugar. Varian ini menargetkan konsumen yang
lebih sadar akan asupan gula dan mencari pilihan minuman yang lebih sehat tanpa
mengorbankan rasa.
b.
Inovasi varian rasa: Meskipun rasa
teh melati tetap menjadi andalan, Mayora selalu mempertimbangkan inovasi rasa
lain untuk menarik segmen pasar yang lebih luas. Namun,
fokus utama pengembangan produk Teh Pucuk Harum tetap pada rasa teh melati untuk menjaga
identitas merek yang kuat.
3.
Perluasan
lini produk melibatkan penambahan ukuran atau format kemasan yang
berbeda untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumsi dan saluran distribusi.
a.
Diversifikasi ukuran kemasan:
Mayora telah memperluas lini produknya dengan menawarkan berbagai ukuran kemasan
botol PET, mulai dari 350 ml, 480 ml, hingga
1,5 liter. Berbagai
ukuran ini memberikan fleksibilitas bagi
konsumen untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan
mereka, baik untuk konsumsi pribadi maupun berbagi.
b.
Ekstensi ke produk lain: Meskipun
fokusnya adalah minuman teh siap saji, keberhasilan merek Teh Pucuk Harum dapat
membuka jalan bagi perluasan lini produk
di masa depan, seperti teh celup atau produk lain yang berkaitan dengan teh,
untuk memanfaatkan kekuatan merek yang sudah ada.

Strategi Pemasaran
Teh Pucuk Harum
1. Riset pasar
Menurut Kotler & Keller (2016), riset
pasar (market research) adalah proses sistematis dalam pengumpulan, pencatatan, dan analisis data tentang masalah
yang berkaitan dengan
pemasaran barang dan jasa untuk membantu pengambilan keputusan
manajerial. PT Mayora Indah Tbk melakukan riset pasar secara berkelanjutan
untuk mempertahankan posisi Teh Pucuk Harum sebagai pemimpin pasar minuman teh
dalam kemasan
· Riset
pasar yang dilakukan oleh Teh Pucuk Harum bertujuan untuk memahami secara
mendalam kebutuhan dan preferensi konsumen
di pasar minuman
siap saji. Berdasarkan hasil identifikasi, konsumen
saat ini menunjukkan permintaan yang tinggi terhadap minuman yang praktis,
menyegarkan, dan tetap alami tanpa menggunakan bahan pengawet. Hal ini sejalan
dengan gaya hidup modern yang menuntut kecepatan dan kemudahan, namun tetap
memperhatikan aspek kesehatan.
· Tren
pasar menunjukkan peningkatan signifikan terhadap produk ready to drink (RTD) yang berbahan alami dan memiliki kandungan
gula rendah (low sugar), terutama di
kalangan remaja serta pekerja muda yang mulai lebih sadar akan kesehatan. Tren
ini menjadi peluang besar bagi Teh Pucuk Harum untuk memperluas pasar dengan
menghadirkan varian produk yang sesuai dengan gaya hidup sehat tersebut.
· Analisis pesaing,
terdapat dua merek utama yang menjadi kompetitor kuat, yaitu Frestea (Coca-Cola Amatil) dan Nu Green
Tea (ABC President). Kedua merek tersebut menonjolkan keunggulan dalam kesegaran
dan citra sehat.
Untuk bersaing secara
efektif, Teh Pucuk Harum menonjolkan diferensiasi produk melalui cita
rasa khas teh melati yang autentik, tingkat kemanisan yang pas, serta aroma
segar alami yang memberikan sensasi menyegarkan tanpa meninggalkan rasa haus.
Strategi ini membuat Teh Pucuk Harum memiliki posisi yang kuat dan unik di
benak konsumen.
2.
Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP)
Dalam strategi pemasarannya, Teh Pucuk Harum menerapkan
pendekatan Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP) sebagaimana dijelaskan oleh Kotler dan Keller
(2016), yang
menyebutkan bahwa STP merupakan kerangka penting untuk
mengidentifikasi pasar sasaran, membangun posisi merek yang kuat, serta
menciptakan nilai pelanggan yang relevan dan berkelanjutan
Pada tahap segmentasi, Teh Pucuk Harum membagi pasar
menjadi beberapa kelompok berdasarkan karakteristik demografis, geografis, serta psikografis dan perilaku konsumen.
Dari sisi demografis, produk ini menyasar remaja,
dewasa muda, keluarga, hingga pekerja aktif
yang membutuhkan minuman praktis dan menyegarkan. Secara geografis,
jangkauan distribusi produk ini mencakup
seluruh wilayah Indonesia bahkan telah menembus
pasar ekspor ke lebih
dari 50 negara. Sementara dari aspek psikografis dan perilaku, Teh Pucuk Harum menargetkan
konsumen yang mengutamakan kepraktisan, kesegaran, serta harga terjangkau,
namun tetap memperhatikan kualitas dan cita rasa alami produk.
Tahap targeting
dilakukan dengan memfokuskan upaya pemasaran pada anak muda dan keluarga modern
yang memiliki gaya hidup aktif, dinamis, serta gemar mengikuti tren gaya hidup
sehat dan praktis. Hal ini sejalan dengan pandangan Lamb, Hair, dan McDaniel
(2012) bahwa pemilihan target pasar yang spesifik memungkinkan perusahaan untuk
menyusun strategi komunikasi dan distribusi yang lebih efektif serta efisien.
Pada tahap positioning, Teh Pucuk
Harum menempatkan dirinya
sebagai “Ekstra Melati, Rasa Teh Terbaik
Ada di Pucuknya” Positioning ini menekankan cita rasa teh melati khas Indonesia
yang ringan di lidah, menyegarkan, dan mudah ditemukan di berbagai tempat.
Menurut Aaker (1991),
strategi positioning yang konsisten membantu memperkuat brand equity dan menciptakan keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan di benak konsumen.
3.
Marketing Mix (4P)
Strategi
pemasaran Teh Pucuk
Harum juga dirancang dengan memanfaatkan konsep
Marketing Mix (4P) yang
diperkenalkan oleh McCarthy dan dikembangkan oleh Kotler (2008), meliputi aspek
Product, Price, Place, dan Promotion.
Dari sisi produk (Product), Teh Pucuk
Harum menghadirkan berbagai varian rasa seperti Original dan Less Sugar,
serta tersedia dalam beragam ukuran kemasan mulai dari 350 ml hingga 1,5 L. Produk ini diproses
menggunakan teknologi Advanced
Sterilizing Technology
(AST) yang menjaga kesegaran tanpa bahan pengawet. Selain
itu, kemasan yang digunakan bersifat praktis, higienis, dan ramah lingkungan,
mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
Pada aspek harga (Price), Mayora menerapkan strategi harga kompetitif dengan menyesuaikan
daya beli konsumen kelas menengah
ke bawah, sambil
tetap menyediakan varian
premium bagi segmen menengah
ke atas. Menurut Stanton (1994), strategi harga yang tepat harus
mempertimbangkan persepsi nilai dari konsumen serta posisi produk dalam pasar
agar dapat meningkatkan daya saing.
Dalam hal tempat atau distribusi (Place), Teh
Pucuk Harum memanfaatkan jaringan distribusi
Mayora yang luas dan kuat di seluruh
Indonesia. Produk ini dapat ditemukan
dengan mudah di berbagai saluran penjualan seperti
warung tradisional, minimarket, supermarket, hingga platform e-commerce. Hal ini mendukung prinsip availability convenience sebagaimana
dijelaskan oleh Kotler
& Keller (2016),
bahwa ketersediaan produk di berbagai
titik penjualan meningkatkan
peluang pembelian berulang.
Sementara dari sisi promosi (Promotion), Teh Pucuk Harum aktif menjalankan kampanye melalui media televisi
dan digital dengan menonjolkan slogan ikonik “Manisnya pas, tidak bikin haus lagi.” Promosi diperkuat melalui
kolaborasi dengan brand ambassador ternama seperti Raffi Ahmad, Nagita
Slavina, dan Agnez Mo untuk
memperluas jangkauan ke berbagai
segmen pasar. Selain itu, kegiatan event marketing seperti Pucuk Cool Jam secara efektif membangun brand engagement dengan kalangan muda, sedangkan strategi digital
marketing di media sosial seperti Instagram dan TikTok memperkuat interaksi
langsung dengan konsumen.
4. Aksi dan Evaluasi
Tahap akhir dari strategi pemasaran Teh Pucuk Harum
adalah aksi dan evaluasi, yang bertujuan
memastikan implementasi strategi berjalan efektif serta memberikan umpan balik
untuk peningkatan berkelanjutan. Bentuk aksi nyata meliputi keterlibatan dalam
program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sponsorship pada
berbagai acara remaja, dan kolaborasi dengan institusi pendidikan atau
komunitas kampus guna memperkuat brand
engagement.
Proses evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan consumer feedback
melalui survei kepuasan pelanggan, memanfaatkan data
analitik digital untuk menilai efektivitas kampanye, serta melakukan riset
berkala terhadap tren konsumen dan inovasi produk. Hal ini sejalan dengan
pendapat Cooper (2008)
bahwa proses evaluasi
yang berkelanjutan dalam
siklus inovasi produk membantu perusahaan mempertahankan
relevansi dan keunggulan kompetitif di pasar yang dinam

DAFTAR PUSTAKA
Aaker, D. A. (1991). Managing Brand Equity: Capitalizing on the Value of a Brand Name.
The Free
Press.
Anjasmara, R., Winarso, W., Putra, C. I. W., Komariah, N. S., & Anas, H. (2025). PENGARUH
CITRA MEREK DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN
PEMBELIAN TEH PUCUK HARUM DI KOTA BEKASI. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(2), 1040-1051.
Arifin, A.
J. (2023). Pengaruh diferensiasi produk terhadap keputusan pembelian Teh Pucuk
Harum di Kota Malang (Doctoral
dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Cooper, R. G.
(2008). Perspective: The Stage-Gate
Idea-to-Launch Process. Journal of
Product Innovation Management, 25(3), 213–232.
Denny, V. (2024). PENGARUH PROMOSI,
HARGA, DAN KUALITAS
PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN
PADA PRODUK TEH PUCUK HARUM DI KELURAHAN
PASIR JAYA (STUDI KASUS PT. MAYORA INDAH, Tbk.) (Doctoral dissertation, KODEUNIVERSITAS041060#
UniversitasBuddhiDharma).
Kotler, P., & Keller,
K. L. (2016). Marketing
Management (15th ed.). Pearson Education. Lamb, C. W., Hair, J. F., &
McDaniel, C. (2012). Marketing.
Cengage Learning.
McCarthy, E. J. (1964).
Basic Marketing: A Managerial
Approach. Irwin.
PT Mayora Indah Tbk. (2024). Annual Report 2024. https://www.mayoraindah.co.id Stanton, W. J. (1994). Fundamentals of Marketing. McGraw-Hill.
Tjiptono, F. (2019). Strategi Pemasaran. Andi Publisher.
Penjelasan kelompok sudah sangat jelas dan terstruktur. Kelompok mampu menguraikan strategi produk dan inovasi Teh Pucuk Harum dengan baik serta mengaitkannya dengan teori pemasaran yang relevan. Pembahasan mengenai pengembangan produk, varian rasa, dan penerapan marketing mix (4P) juga sudah mencerminkan pemahaman yang baik terhadap konsep manajemen pemasaran.
BalasHapusMenurut Kotler & Keller (2007), pengembangan produk adalah proses mengubah ide menjadi produk nyata yang memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini sudah tercermin dalam analisis kelompok mengenai inovasi dan diferensiasi Teh Pucuk Harum.
Metode belajar yg menarik,dan ini sedikit tambahan dari saya Menurut Kotler & Keller (2007), pengembangan produk adalah proses mengubah ide menjadi produk nyata yang memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini sudah tercermin dalam analisis kelompok mengenai inovasi dan diferensiasi Teh Pucuk Harum.
BalasHapuspenjelasan yang di berikan sudah cukup jelas, terdapat referensi para ahli yang mendukung dan mempermudah pembelajaran. kelompok juga mampu mengaitkannya dengan teori teori yang relevan
BalasHapusMenurut saya penjelasannya sudah cukup jelas dan runtut. sudah membahas keempat elemen utama strategi pemasaran (produk, harga, tempat, dan promosi) secara lengkap dan disertai teori pendukung dari para ahli seperti Stanton, Kotler & Keller, serta Cooper. Itu membuat pembahasanmu terlihat ilmiah dan terstruktur.
BalasHapusBeberapa hal positif yang bisa saya soroti:
* Keterkaitan antara teori dan praktiknya jelas. Misalnya, teori harga dari Stanton kamu hubungkan langsung dengan strategi harga Mayora.
* Contoh konkret sangat relevan. Seperti penyebutan brand ambassador dan event “Pucuk Cool Jam” yang menunjukkan strategi promosi nyata.
* Tahap aksi dan evaluasi juga dibahas, yang sering terlupakan dalam analisis strategi pemasaran, tapi kamu sertakan dengan baik.