Strategi Produk dan Strategi Pemasaran Indomie, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.
Selasa, 07 Oktober 2025
Mata Kuliah : Inovasi dan Desain Produk
Dosen Pengampu : Ivo Selvia Agusti, S.E., M.Si.
KELOMPOK 3
Rivana Deva Siahaan
Dina Rindiani Annisa
Putri Hairani
Jusmanromualdi Sinaga
Kevin Pradipta Sitepu
Rodeo Dongoran
Profil PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
PT. Indofood Sukses Makmur Tbk adalah perusahaan produksi atau pengolahan ternama di dalam negri dan juga merupakan perusahaan dengan produsen mie instan terbesar di dunia. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk didirikan pada tahun 1970 di Jakarta. Selain itu, perusahaan ini memproduksi berbagai jenis rasa mie instan, yang secara garis besar merilis hingga lima merek produk dibidang yang sama, yaitu Indomie, Sakura, Supermi, Sarimi, Vitamie, Intermie dan lainnya. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk saat ini menjadi penguasa absolut pasar mie instan di dalam negri sebagai buktinya pada tahun 2003 PT. Indofood Sukses Makmur Tbk menguasai sekitar 90% pasar mie instan dengan produk Indomie tersebut. Pada akhir tahun 1980, PT Indofood Sukses Makmur Tbk memasuki pasar internasional dengan memperkenalkan dan menjualkan produk mie instan ke berbagai negara di ASEAN,yaitu Hong Kong, Cina, Timur Tengah, Taiwan, dan lain-lain.
Beberapa produk yang telah dilahirkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, yaitu:
1. Mie
|
a. Indomie |
|
|
b. Supermie |
|
|
c. Sarimie |
|
|
d. Sakura |
|
|
e. Pop Mie |
|
|
f. Mie Telur Cap Tiga Ayam |
|
2. Susu
|
a. Indomilk |
|
|
b. Cap Enak |
|
|
c. Tiga Sapi |
|
|
d. Kremer |
|
|
e. Mentega Anggrek |
|
|
f. Es Krim Indofood |
|
|
g. Milkuat |
|
3. Makanan Ringan
|
a. Chitato |
|
|
b. Qtella |
|
|
c. Jetz |
|
|
d. Chiki |
|
|
e. Maxicorn |
|
|
f. Chitati Lite |
|
4. Bumbu Makanan
|
a. Sambal Indofood |
|
|
b. Sambal Rumahan |
|
|
c. Kecap Manis Indofood |
|
|
d. Bumbu Spesial Indofood |
|
|
e. Indofood Bumbu Racik |
|
|
f. Indofood Freiss |
|
5. Nutrisi dan Makanan Khusus
|
a. Promina |
|
|
b. Sun |
|
|
c. Govit |
|
|
d. Gowell |
|
6. Minuman
|
a. Ichi Ocha |
|
|
b. Club |
|
|
c. Fruitamin CocoBit |
|
7. Tepung
|
a. Cakra Kembar |
|
|
b. Segitiga Biru |
|
|
|
|
|
d. Lencana Merah |
|
|
e. Taj Mahal |
|
8. Pasta
![]() |
9. Minyak dan Lemak
|
a. Bimoli |
|
|
b. Bimoli Spesial |
|
|
c. Delima |
|
|
f. Happy Soya Oil |
|
|
|
|
|
g. Margarin Mentega Palmia |
|
|
i. Margarin Masak Palmia |
|
|
j. Amanda |
|
Referensi Yang Mendukung Strategi Produk Indomie
1. Inovasi Produk
· Indomie terus melakukan R&D (Riset dan Pengembangan) untuk menciptakan rasa baru yang sesuai dengan selera konsumen, misalnya Indomie Ayam Geprek, Seblak, hingga rasa regional Nusantara.
Menurut Kotler & Keller (2016), inovasi produk merupakan kunci untuk mempertahankan daya saing karena mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang selalu berubah.
https://library.uniq.edu.iq/storage/books/file/kotler_keller_marketing_management_14th_ edition/1666787488kotler_keller_marketing_management_14th_edition.pdf?_
· Melihat trend pasar, Indomie menghadirkan varian kekinian seperti Indomie Goreng Rasa Ayam Geprek yang sesuai dengan selera anak muda.
Menurut Tjiptono (2019), tren pasar yang dinamis menuntut perusahaan untuk mampu beradaptasi dengan preferensi konsumen melalui inovasi berkelanjutan.
https://www.researchgate.net/publication/316829743_Strategi_Pemasaran?_
· Memanfaatkan teknologi baru dalam proses produksi agar produk lebih higienis, efisien, dan tahan lama.
Menurut Ulrich & Eppinger (2020), pemanfaatan teknologi dalam produksi dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan nilai tambah produk di mata konsumen.
https://archive.org/details/productdesigndev0000ulri_r6y7/mode/1up
2. Diferensiasi Produk
· Fitur unik: Indomie terkenal dengan bumbu yang khas dan variasi rasa Nusantara maupun internasional.
Menurut Porter (2019), diferensiasi dilakukan dengan menciptakan sesuatu yang unik agar konsumen memiliki alasan khusus memilih produk tersebut dibandingkan pesaing.
https://s3.us-east-1.amazonaws.com/storage.thanksforthehelp.com/qfile/porter-michael-e- 1980-extract-competitive-strategy-vyr2a2bw.pdf
· Kualitas unggul: Bahan baku terpilih, mie kenyal, dan bumbu lengkap sehingga konsumen percaya pada kualitasnya.
Menurut Kotler & Armstrong (2018), kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk menjalankan fungsinya dan memuaskan kebutuhan konsumen.
https://commecsinstitute.edu.pk/wp-content/uploads/2024/08/Kotler-and-Armstrong- Principles-of-Marketing.pdf
· Packaging menarik: Kemasan berwarna cerah, desain khas setiap rasa, serta ukuran yang beragam (bungkus reguler, cup, jumbo).
Menurut Schiffman & Wisenblit (2019), kemasan tidak hanya melindungi produk tetapi juga menjadi daya tarik visual yang memengaruhi keputusan pembelian.
https://api.pageplace.de/preview/DT0400.9781292269269_A37760957/preview- 9781292269269_A37760957.pdf
3. Pengembangan Produk
· Versi baru (upgrade): Contoh Indomie Goreng Premium Collection dengan bumbu lebih kaya.
· Varian baru: Indomie Mi Goreng Rasa Rendang, Indomie Hype Abis, Indomie Real Meat.
· Perluasan lini produk: Dari mie instan reguler berkembang ke Indomie Goreng Jumbo, Indomie Cup, bahkan Indomie Real Meat yang lebih premium.
Menurut Kotler & Keller (2016), pengembangan produk adalah strategi perusahaan untuk memperluas lini produk agar dapat menjangkau segmen konsumen yang lebih luas dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
https://ebook.app.hcu.edu.gh/wp-content/uploads/2024/09/Philip-T-Kotler-Kevin-Lane- Keller-A-Framework-for-Marketing-Management-2016-Pearson-libgen.li_.pdf
Strategi Pemasaran Indomie
1. Riset Pasar
· Mengidentifikasi kebutuhan konsumen, misalnya mie cepat saji, murah, dan praktis.
· Mengikuti trend, misalnya menghadirkan rasa pedas karena tren makanan pedas sedang digemari.
· Menganalisis pesaing seperti Mie Sedaap atau Supermi untuk tetap unggul.
Menurut Kotler & Keller (2016), riset pasar adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi peluang, mengukur potensi pasar, dan menganalisis pesaing sebagai dasar pengambilan keputusan pemasaran.
https://ebook.app.hcu.edu.gh/wp-content/uploads/2024/09/Philip-T-Kotler-Kevin-Lane- Keller-A-Framework-for-Marketing-Management-2016-Pearson-libgen.li_.pdf
2. Segmentasi, Targeting, Positioning (STP)
· Segmentasi
a. Demografis: Semua kalangan (anak-anak, remaja, dewasa).
b. Geografis: Pasar Indonesia dan lebih dari 90 negara.
c. Psikografis & Perilaku: Konsumen yang butuh makanan cepat, praktis, dan terjangkau.
Menurut Kotler & Armstrong (2018), segmentasi adalah membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok konsumen berdasarkan variabel tertentu sehingga strategi pemasaran bisa lebih tepat sasaran.
https://repository.bsi.ac.id/repo/files/361310/download/Buku-Dasar-Dasar-Pemasaran.pdf
· Targeting : Mahasiswa, pekerja, keluarga, hingga pasar internasional.
Menurut Tjiptono (2019), targeting adalah memilih segmen pasar yang paling potensial untuk dilayani sesuai kemampuan perusahaan.
https://repository.um.ac.id/5509/1/fullteks.pdf
· Positioning : Indomie diposisikan sebagai mie instan dengan cita rasa khas Indonesia yang praktis, enak, dan terjangkau.
Menurut Kotler & Keller (2016), positioning adalah upaya menciptakan persepsi yang jelas dan berbeda dalam benak konsumen mengenai produk.
https://spu.edu.sy/downloads/files/1550591118_ch%2010.pdf
3. Marketing Mix (4P)
· Product: Varian rasa beragam, kualitas terjaga, kemasan menarik.
Menurut Kotler & Armstrong (2018), produk adalah inti dari strategi pemasaran karena tanpa produk yang tepat, variabel lainnya tidak bisa berjalan efektif.
https://opac.atmaluhur.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/ODljY2E4ODIy ODViZjFkODgzNDUxYWZlNWFhZmY2MGE5MDc0ZDVmYw%3D%3D.pdf
· Price : Harga terjangkau untuk semua kalangan, dengan varian premium bagi segmen menengah ke atas.
Menurut Schiffman & Wisenblit (2019), harga memengaruhi persepsi nilai konsumen dan menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan pembelian.
https://api.pageplace.de/preview/DT0400.9781292269269_A37760957/preview- 9781292269269_A37760957.pdf
· Place : Distribusi luas hingga pelosok Indonesia dan lebih dari 90 negara.
Menurut Tjiptono (2019), distribusi yang efektif memastikan produk dapat tersedia di tempat dan waktu yang tepat bagi konsumen.
https://repository.stei.ac.id/7377/3/BAB%20II.pdf
· Promotion : Iklan TV, media sosial, sponsor acara, hingga kampanye internasional (“Indomie, seleraku”).
Menurut Kotler & Keller (2016), promosi adalah sarana komunikasi pemasaran untuk menyampaikan nilai dan membangun hubungan dengan konsumen.
https://library.uniq.edu.iq/storage/books/file/kotler_keller_-
_marketing_management_14th_edition/1666787488kotler_keller_-
_marketing_management_14th_edition.pdf
4. Aksi & Evaluasi
· Indomie aktif melakukan aksi promosi seperti kuis, sponsorship, CSR, dan event kuliner.
· Evaluasi/perbaikan dilakukan melalui feedback konsumen, memperbarui rasa, serta menyesuaikan strategi pemasaran sesuai tren global.
Menurut Armstrong & Kotler (2020), evaluasi pemasaran diperlukan untuk mengukur efektivitas strategi dan memastikan perusahaan tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
https://commecsinstitute.edu.pk/wp-content/uploads/2024/08/Kotler-and-Armstrong- Principles-of-Marketing.pdf

![]()

![]() |
|
Inovasi Produk
- Indomie terus melakukan R\&D (Riset dan Pengembangan) untuk menciptakan rasa baru yang sesuai dengan selera konsumen, misalnya Indomie Ayam Geprek, Seblak, hingga rasa regional Nusantara. - Melihat trend pasar, Indomie menghadirkan varian kekinian seperti Indomie Goreng Rasa Ayam Geprek yang sesuai dengan selera anak muda. - Memanfaatkan teknologi baru dalam proses produksi agar produk lebih higienis, efisien, dan tahan lama. |
Diferensiasi Produk
- Fitur unik : Indomie terkenal dengan bumbu yang khas dan variasi rasa Nusantara maupun internasional. - Kualitas unggul : Bahan baku terpilih, mie kenyal, dan bumbu lengkap sehingga konsumen percaya pada kualitasnya. - Packaging menarik : Kemasan berwarna cerah, desain khas setiap rasa, serta ukuran yang beragam (bungkus reguler, cup, jumbo). |
Pengembangan
- Versi baru (upgrade) : Contoh Indomie Goreng Premium Collection dengan bumbu lebih kaya. - Varian baru : Indomie Mi Goreng Rasa Rendang, Indomie Hype Abis, Indomie Real Meat. - - Perluasan lini produk : Dari mie instan reguler berkembang ke Indomie Goreng Jumbo Indomie Cup, bahkan Indomie Real Meat yang lebih premium. |

![]()
|
Positioning |
Marketing |
|
|
Riset Pasar
- Mengidentifikasi kebutuhan konsumen, misalnya mie cepat saji, murah, dan praktis. - Mengikuti trend, misalnya menghadirkan rasa pedas karena tren makanan pedas sedang digemari. - Menganalisis pesaing seperti Mie Sedaap atau Supermi untuk tetap unggul. |
Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) a. Segmentasi :
- Demografis: Semua kalangan (anak-anak, remaja, dewasa). - Geografis: Pasar Indonesia dan lebih dari 90 negara. - Psikografis & Perilaku : Konsumen yang butuh makanan cepat, praktis, dan terjangkau. b. Targeting: Mahasiswa, pekerja, keluarga, hingga pasar internasional. c. Positioning: Indomie diposisikan sebagai mie instan dengan cita rasa khas Indonesia yang praktis, enak, dan terjangkau. |
Marketing Mix (4P)
- Product : Varian rasa beragam, kualitas terjaga, kemasan menarik. - Price : Harga terjangkau untuk semua kalangan, dengan varian premium bagi segmen menengah ke atas. - Place : Distribusi luas hingga pelosok Indonesia dan lebih dari 90 negara. - Promotion : Iklan TV, media sosial, sponsor acara, hingga kampanye internasional (“Indomie, seleraku”). |
Aksi & Evaluasi
- Indomie aktif melakukan aksi promosi seperti kuis, sponsorship, CSR, dan event kuliner. - Evaluasi/perbaikan dilakukan melalui feedback konsumen, memperbarui rasa, serta menyesuaikan strategi pemasaran sesuai tren global. |
Dokumentasi







































Komentar
Posting Komentar