Memperkenalkan Produk Baru Kepada Konsumen secara Online

Selasa 26 Agustus 2025
Matkul : Inovasi dan desain produk
Dosen Pengampu : Ivo Selvia Agusti, S.E., M.Si
Tim Kelompok Perkenalan Produk Baru Secara Online
  1. Annisa Putri Hairani
  2. Arisandi Amanda Siregar
  3. Dina Rindiani
  4. Imelda Juniarti Munthe
  5. Jane Olivia Theresia Br. Sitio
  6. Kevin Pradipta Sitepu
  7. Maya Duita Saragih
  8. Putra Ananda Sinaga
  9. Putri Anisa
  10. Rosinta Joito Siregar
  11. Silvia AP Sigalingging


1. Langkah bagaimana cara memperkenalkan produk baru menurut para ahli? 

Berdasarkan dari isi jurnal yang terlampir langkah-langkah memperkenalkan produk baru yaitu:

1. Konsep Strategi Pemasaran 
Assaun menyebutkan tiga strategi utama yang dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru:
•Undifferentiated Marketing (Pemasaran tanpa membeda-bedakan pasar) → Produk dipasarkan untuk semua segmen konsumen secara umum. Cocok untuk produk baru dengan target luas.
•Differentiated Marketing (Pemasaran dengan membeda-bedakan pasar) → Produk ditawarkan untuk segmen tertentu dengan penyesuaian khusus. Ini membangun loyalitas konsumen awal.
•Concentrated Marketing (Pemasaran terkonsentrasi) → Fokus pada segmen pasar tertentu untuk membangun posisi kuat, lalu berkembang lebih luas. 

2. Proses Komunikasi Pemasaran (Kotler & Konsep AIDA)
Menurut Philip Kotler, pemasaran online dan produk baru harus memperhatikan proses sosial dan manajerial agar produk bisa diterima konsumen. Hal ini sejalan dengan konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) untuk memperkenalkan produk baru:
•Attention → Menarik perhatian konsumen dengan iklan/gambar yang mencolok.
•Interest → Memberikan informasi yang membangkitkan rasa ingin tahu.
•Desire → Menunjukkan keunggulan produk (USP – Unique Selling Proposition).
•Action → Mengajak konsumen langsung membeli atau mencoba.

3. Langkah Pemasaran Produk Baru (Kotler & Keller, 2016)
Dalam literatur lain, Kotler & Keller menjelaskan tahapan memperkenalkan produk baru:
•Menciptakan kesadaran (Awareness Stage) → Edukasi konsumen melalui promosi, iklan, atau influencer.
•Membangun ketertarikan (Interest Stage) → Menyajikan informasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
•Mendorong percobaan (Trial Stage) → Promo, diskon, atau free sample agar konsumen mau mencoba.
•Mengembangkan adopsi (Adoption Stage) → Menciptakan kepuasan konsumen agar mereka membeli ulang dan menyebarkan rekomendasi.

4. Pendekatan Digital Marketing (Mulyansyah & Sulistyowati, 2020)
Dalam konteks online, produk baru diperkenalkan dengan strategi digital marketing yang menekankan pada:
•Konten menarik (foto/video kreatif).
•Target konsumen tepat melalui media sosial atau e-commerce.
•Interaktivitas dengan konsumen (live chat, review, engagement).
•Promosi spektakuler seperti diskon, flash sale, atau bundling.

2. Langkah bagaimana cara memperkenalkan produk baru sebagai sales atau owner? 
Berdasarkan jurnal Rahmania Mega Kirana & Vinda Maya Setianingrum (2024) dalam Commercium Vol. 8 No. 2, langkah memperkenalkan produk baru sebagai sales atau owner dapat dilakukan dengan strategi komunikasi pemasaran melalui pendekatan STOP-SIT (Segmentasi, Targeting, Objectives, Positioning, Selection of tools, Integration, dan Tracking/Evaluation). Berikut rangkuman langkah-langkahnya:

1. Segmentasi Pasar
Tentukan siapa yang menjadi calon konsumen utama.

Contoh dari kasus IndiHome:
-Mahasiswa & pekerja produktif (17–40 tahun) → target primer.
-Pemilik usaha (30–50 tahun) → target sekunder.
-Pemilik rumah (40–60 tahun) → target tersier. 

2. Targeting
Fokus pada segmen yang paling potensial.

Misalnya, sales atau owner perlu mengutamakan kelompok yang paling membutuhkan produk.

3. Objectives (Tujuan)
Tetapkan tujuan jelas: apakah untuk membangun awareness, meningkatkan penjualan jangka pendek, atau membangun loyalitas jangka panjang.

Menurut Prisgunanto (2016), tujuan sales promotion adalah menciptakan peningkatan penjualan sekaligus loyalitas pelanggan. 

4. Positioning
Bangun citra produk agar berbeda dari pesaing.
IndiHome menempatkan diri sebagai solusi internet premium, handal, dan luas jangkauannya. Dalam konteks produk lain, positioning bisa berupa “lebih murah”, “lebih praktis”, atau “lebih berkualitas” dibanding kompetitor. 

5. Pemilihan Tools Promosi
Gunakan kombinasi online (media sosial, iklan berbayar, konten kreatif, giveaway, kompetisi digital) dan offline (event, booth, open table, bazaar). Strategi bundling, free trial, dan program referral juga efektif memperkenalkan produk baru.

6. Integrasi Strategi
Satukan strategi online dan offline agar saling mendukung.

Misalnya: promosi di media sosial dilanjutkan dengan demonstrasi produk di event offline.

7. Tracking & Evaluasi
Lakukan pemantauan, feedback, dan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas strategi.

Seperti dalam kasus IndiHome, evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan pelanggan dan pertumbuhan jumlah pelanggan. 

Menurut Para Ahli:
Kotler & Keller (2016): memperkenalkan produk baru harus menekankan bauran komunikasi pemasaran (advertising, sales promotion, personal selling, public relations, dan direct marketing).

Prisgunanto (2016): positioning produk harus fokus pada benefit positioning, yakni menonjolkan manfaat yang dirasakan pelanggan.

Sugiyono (2013): pendekatan studi kasus dalam strategi promosi membantu memahami fenomena penjualan secara mendalam agar langkah promosi lebih tepat sasaran.

Referensi
Kirana, R. M., & Setianingrum, V. M. (2024). STRATEGI SALES PROMOTION DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN INDIHOME DENGAN PENDEKATAN STOP-SIT. The Commercium8(02), 134-145.

Pratama, R. M., & Fasa, M. I. (2024). PENGARUH PEMASARAN VIA ONLINE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara1(5), 7891-7898.

Dokumentasi Kegiatan 


Komentar

  1. Sedikit tambahan dari saya

    menurut Chaffey (2019), strategi peluncuran produk baru online harus fokus pada konten yang relevan, interaksi langsung dengan audiens, dan pemanfaatan data konsumen untuk menciptakan pengalaman yang personal dan meningkatkan kepercayaan.

    BalasHapus
  2. Rhonda dan Abram (2008) mendefinisikan pemasaran offline sebagai situasi ketika seorang penjual menawarkan atau menjual produknya secara langsung kepada konsumen perorangan maupun bisnis. Ini menekankan aspek penjualan langsung dan tatap muka

    BalasHapus
  3. penjelasan yang di lampirkan cukup jelas dan dapat di pahami, yang dimana kunci dari memperkenalkan produk baru adalah memahami target pasar, membuat penawaran menarik, melakukan pendekatan kepada audiens dan memanfaatkan platform promosi.

    BalasHapus
  4. Penjelasan ini sudah tersusun rapi karena menjelaskan langkah promosi mulai dari tujuan, positioning, pemilihan media, sampai evaluasi, ditambah dengan dukungan teori para ahli sehingga semakin kuat dan mudah dipahami.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan tentang langkah-langkah memperkenalkan produk baru adalah:
    - Konsep Strategi Pemasaran (Undifferentiated, Differentiated, Concentrated Marketing)
    - Proses Komunikasi Pemasaran (AIDA: Attention, Interest, Desire, Action)
    - Langkah Pemasaran Produk Baru (Menciptakan kesadaran, Membangun ketertarikan, Mendorong percobaan, Mengembangkan adopsi)
    - Pendekatan Digital Marketing (Konten menarik, Target konsumen tepat, Interaktivitas, Promosi spektakuler).

    Lalu langkah-langkah memperkenalkan produk baru sebagai sales atau owner adalah:
    - Segmentasi Pasar (Tentukan target pasar)
    - Targeting (Fokus pada segmen potensial)
    - Objectives (Tetapkan tujuan)
    - Positioning (Bangun citra produk)
    - Pemilihan Tools Promosi (Gunakan kombinasi online dan offline)
    - Integrasi Strategi (Satukan strategi online dan offline)
    - Tracking & Evaluasi (Lakukan pemantauan dan evaluasi)

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Sedikit tambahan dari saya, manfaat pemasaran online pada saat ini di karenakan Dengan ketersediaannya internet, terdapat
    peluang yang sangat besar bagi perusahaan- perusahaan sekarang ini untuk menggunakan bisnis online mereka, karena bisnis online lebih praktis dan tidak membutuhkan biaya yang besar, serta jangkauan pasar yang lebih luas karena melakukan pemasaran secara online (Harahap
    dan Hasim, 2021).
    Terdapat kelebihan dan kekurangan dari strategi pemasaran online dan offline.
    Kelebihan strategi pemasaran online adalah tidak terikat tempat dan waktu, menghemat waktu dan tenaga, pengelolaan barang jadi lebih mudah, biaya dan SDM menjadi mudah dan riset pasar menjadi lebih mudah.
    Kekurangan dari strategi pemasaran online adalah sering terjadi penipuan baik pada pihak pembeli maupun konsumen, barang yang datang tidak sesuai dengan ekspetasi, dikenakan biaya ongkir, tidak dapat melihat dan mencoba secara langsung barang yang dipesan, dan butuh waktu agar barang sampai ditempat karena proses pengiriman.

    BalasHapus
  9. sedikit tambahan dari saya
    Menurut Anggraini (2017) pada dasarnya pemasaran online
    adalah kegiatan komunikasi pemasaran dengan menggunakan media internet sesuai
    perkembangannya pemasaran online tidak hanya menggunakan website, tapi juga email dan
    aplikasi-aplikasi lain yang berjalan diatas protokol internet

    BalasHapus
  10. Sedikit tambahan dari saya Menurut Schiffman & Kanuk (Consumer Behavior), konsumen butuh edukasi sebelum membeli produk baru.
    Gunakan kombinasi strategi:
    Online: media sosial, iklan digital, influencer.

    BalasHapus
  11. Menurut saya, cara memasarkan produk secara online bisa dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace yang banyak digunakan orang, misalnya Instagram, Facebook, TikTok, atau Shopee. Kita bisa mulai dengan membuat konten yang menarik, seperti foto atau video produk yang jelas, ditambah caption sederhana yang menjelaskan manfaat produk. Selain itu, penting juga untuk aktif berinteraksi dengan calon pembeli lewat balasan komentar atau chat supaya mereka merasa lebih yakin. Kalau ada modal lebih, bisa gunakan iklan berbayar agar produk lebih cepat dikenal banyak orang. Intinya, kuncinya adalah konsisten promosi, menjaga kualitas produk, dan membangun kepercayaan pembeli.

    BalasHapus
  12. Penjelasan yang dilampirkan sudah cukup jelas dan mudah dipahami. Kunci dari memperkenalkan produk baru adalah memahami target pasar, membuat penawaran menarik, melakukan pendekatan kepada audiens, serta memanfaatkan berbagai platform promosi.
    Menurut Rogers (2003), produk baru lebih cepat diterima jika memiliki keunggulan jelas, sesuai kebutuhan, mudah digunakan, bisa dicoba, dan manfaatnya terlihat nyata.
    Levitt (1986) menekankan bahwa pada fase awal (Introduction) fokus utama adalah membangun awareness dan menciptakan permintaan. Sementara itu, Kotler (Holistic Marketing) menambahkan pentingnya integrasi strategi internal, online–offline, hubungan dengan konsumen, serta evaluasi hasil. Selain itu, Solomon (2018) mengingatkan bahwa konsumen membeli bukan hanya karena fungsi, tetapi juga karena faktor emosional dan sosial.
    Dengan memahami hal ini, strategi memperkenalkan produk baru tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga membangun pengalaman dan citra produk yang kuat di benak konsumen.

    BalasHapus
  13. Keseluruhan penjelasan yang diberikan oleh kelompok dapat di pahami karena jelas dan terdapat beberapa pendapat menurut para ahli yang mendukung jawaban sehingga lebih relevan. Dengan begitu akan berjalannya pemasaran yang tepat.

    BalasHapus
  14. Saya suka bagaimana pendekatan segmentasi, targeting, hingga positioning dijabarkan secara sistematis, lengkap dengan contoh nyata seperti kasus IndiHome. Ini sangat membantu bagi pelaku bisnis yang ingin memperkuat strategi pemasarannya.

    Poin tentang integrasi strategi online dan offline menurut saya sangat relevan di era digital saat ini, apalagi dengan tren hybrid marketing yang makin berkembang. Selain itu, kutipan dari para ahli seperti Kotler, Prisgunanto, dan Sugiyono memperkuat dasar teoritisnyamembuat konten ini tidak hanya praktis tapi juga akademis.

    BalasHapus
  15. Penjelasan kelompok dapat dipahami secara menyeluruh berkat penyajian yang jelas serta adanya rujukan dari para ahli yang mendukung, sehingga jawaban terasa lebih kredibel. Oleh karena itu, penerapan strategi pemasaran bisa berlangsung lebih efektif.

    BalasHapus
  16. Pemaparan materi yang disampaikan oleh kelompok dapat dipahami secara keseluruhan,dengan penyajian data yang kuat didukung oleh penelitian para ahli,sehingga jawaban terasa lebih rasional dan relevan.Saya sebagai pembaca sangat terbantu dengan jawaban yang diberikan oleh kelompok pemateri.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil diskusi kelompok terkait pengembangan produk, konsumen lama atau baru dan menjaga loyalitas konsumen pada Selasa 19 Agustus 2025

Memperkenalkan Produk Baru Kepada Konsumen secara Offline