Hasil diskusi kelompok terkait pengembangan produk, konsumen lama atau baru dan menjaga loyalitas konsumen pada Selasa 19 Agustus 2025

Selasa 19 Agustus 2025

Mata Kuliah :  Inovasi dan Desain Produk

Dosen Pengampu : Ivo Selvia Agusti, S.E., M.Si.


Kelompok 1

Anggota Kelompok

  1. Arisandi Amanda Siregar
  2. Jhonathan Tiqo Kurniawan Manurung
  3. Marulitua S Tamba
  4. Maya Duita Saragih
  5. Putra Ananda Sinaga
  6. Rosinta Joito Siregar
  7. Silvia AP Sigalingging


1. Lebih sulit mengembangkan produk lama atau membuat produk baru?

Jawabannya: lebih sulit membuat produk baru dikarenakan mengembangkan produk baru lebih sulit karena membutuhkan usaha yang dimulai dari nol. Dikarenakan biaya dan risiko tinggi, kurangnya sumber daya, persaingan dan posisi pasar, riset pasar. Menurut ahli philip kotler mengembangkan ptoduk baru merupakan tantangan besar yang membutuhkan inovasi, riset dan strategi pemasaran yang kuat.

 

2. Lebih sulit mempertahankan konsumen lama atau mencari konsumen baru?

Jawabannya: lebih sulit mempertahankan konsumen lama dikarenakan mempertahankan konsumen lama seringkali lebih sulit daripada mendapatkan konsumen baru, konsumen lama memiliki ekspektasi yang tinggi dan telah mengalami interaksi sebelumnya dengan produk atau layanan konsistensi kualitas, layanan pelanggan yang responsif, dan nilai yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

 

3. Bagaimana cara mempertahankan loyalitas konsumen?

Jawabannya: berikan pengalaman pelanggan yang luar biasa, bangun hubungan yang personal, terapkan program loyalitas, dengarkan dan tanggapi masukan dari konsumen.

Menurut lupiyoadi (2001), cara menjaga loyalitas konsumen dapat dilakukan dengan memperhatikan lima faktor utama. Pertama, meningkatkan kualitas produk dengan memastikan bahwa produk memiliki performance yang baik, durability yang tinggi, feature yang menarik, reliability yang terjamin, consistency yang konsisten, dan desain yang menarik. Kedua, menetapkan harga yang kompetitif dan sesuai dengan nilai yang diharapkan oleh konsumen. Ketiga, meningkatkan kualitas layanan dengan memperbaiki sistem, teknologi, dan faktor manusia yang memegang kontribusi terbesar dalam memberikan kepuasan konsumen. Keempat, memahami faktor emosional yang mempengaruhi konsumen dan menciptakan emotional value yang mendasari kepuasan konsumen. Terakhir, memastikan bahwa biaya dan proses mendapatkan produk relatif mudah, nyaman, dan efisien. Dengan memperhatikan kelima faktor tersebut, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan membangun loyalitas konsumen yang kuat.


Kelompok 2

Anggota Kelompok 

  1. Putri Anisa
  2. Dimas Adiwinata
  3. Dimas Sakti
  4. Imelda Juniarti Munthe
  5. Joseph Sihite
  6. Jane Olivia
  7. Ika


1. Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, baik mengembangkan produk lama maupun membuat produk baru sama-sama memiliki kesulitan yang signifikan, namun pengembangan produk lama seringkali lebih mudah karena perusahaan dapat menggunakan fasilitas dan teknologi yang sudah ada. Kesulitan pada pengembangan produk baru meliputi potensi pasar yang terbagi, mahalnya biaya riset dan pengembangan, serta waktu pengembangan yang singkat yang mengharuskan perusahaan berinovasi secara cepat

2. Menurut Philip Kotler dan Frederick Reichheld, mempertahankan konsumen lama lebih mudah dan menguntungkan dibandingkan mendapatkan konsumen baru. Kotler menekankan pentingnya loyalitas pelanggan dan biaya akuisisi yang lebih tinggi untuk pelanggan baru. Sementara itu, Reichheld menunjukkan bahwa biaya untuk mendapatkan pelanggan baru bisa berkali-kali lipat lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada, dan nilai seumur hidup pelanggan (customer lifetime value) dari pelanggan setia jauh lebih tinggi. 

3. Ciptakan Pelanggan yang menggugah. Menurut Joseph Pine dan James Gilmore dalam bukunya The Experience Economy, konsumen zaman sekarang tidak hanya membeli produk, tetapi juga pengalaman. Maka dari itu, pengalaman pelanggan atau customer experience menjadi kunci dalam membangun loyalitas.


Kelompok 3

Anggota Kelompok 

  1. Dina Rindiani
  2. Annisa Putri Hairani
  3. Rivanna Deva Siahaan
  4. Jusman Fomualdi Sinaga
  5. Kevin Pradipta Sitepu
  6. Rodeo Dongoran


1. Lebih sulit mengembangkan produk lama atau membuat produk baru?

Kalau menurut kelompok 3, bikin produk baru itu lebih susah. Soalnya, produk baru harus dimulai dari nol: riset pasar, mikirin desain, uji coba, sampai promosi. Belum tentu juga langsung diterima sama konsumen karena orang biasanya butuh waktu buat percaya sama sesuatu yang baru. Nah, kalau produk lama, kita tinggal tambahin fitur atau perbaiki kualitasnya aja supaya tetap sesuai sama kebutuhan konsumen. seperti Menurut Kotler & Keller (2016), dalam pemasaran dikenal istilah new product development yang memang membutuhkan biaya tinggi, waktu lama, dan tingkat kegagalan yang besar. Sementara itu, product improvement atau pengembangan produk lama lebih rendah risikonya karena sudah ada pasar yang jelas.


2. Lebih sulit mempertahankan konsumen lama atau mencari konsumen baru?

Menurut kelompok 3, lebih sulit mempertahankan konsumen lama. Karena konsumen lama udah punya pengalaman sama produk kita, jadi ekspektasinya tinggi. Sekali aja mereka kecewa, bisa langsung pindah ke produk pesaing. seperti Menurut Philip Kotler, mempertahankan konsumen lama lebih Sulit daripada mencari konsumen baru karena konsumen lama memiliki ekspektasi yang lebih tinggi dan lebih kritis dalam menilai kualitas Produk atau jasa (Kotler, 2009).


3. bagaimana cara mempertahankan loyalitas konsumen ?

Kunci utamanya itu bikin konsumen puas terus. Kalau konsumen puas, lama-lama mereka jadi percaya dan akhirnya loyal. Menurut teori Oliver, loyalitas itu muncul kalau orang udah sering merasa puas sampai akhirnya ada keterikatan emosional.

Cara simpelnya bisa begini :

  • Pastikan kualitas produk jangan berubah-ubah.
  • Kasih pelayanan yang ramah dan cepat.
  • Bikin program loyalitas, kayak diskon buat pelanggan setia atau poin reward.
  • Bangun hubungan personal, misalnya kirim ucapan terima kasih atau kasih perhatian kecil biar mereka ngerasa dihargai. 


Kelompok 4 

  1. Angela Priska
  2. Henny Grace Enjel Naidelin Waruwu
  3. Muhammad Zaky
  4. Refisi Ainjerimen Telaumbanua
  5. Senin Apdi Serep Jeremia Tampubolon
  6. Shidiq Fathanah


Dalam dunia bisnis, perusahaan selalu dihadapkan pada tantangan untuk mengembangkan produk serta menjaga konsumen agar tetap setia. Pertanyaan mengenai mana yang lebih sulit antara mengembangkan produk lama atau menciptakan produk baru, apakah mempertahankan konsumen lama lebih sulit daripada mencari yang baru, serta bagaimana cara mempertahankan loyalitas konsumen, telah banyak dibahas oleh para pakar pemasaran.

Pertama, terkait pengembangan produk lama atau penciptaan produk baru, Cooper (2001) dalam bukunya Winning at New Products menjelaskan bahwa hampir 40% produk baru gagal di pasar, terutama karena lemahnya riset pasar dan kesalahan strategi. Hal ini menunjukkan bahwa menciptakan produk baru memiliki tingkat risiko yang tinggi. Sementara itu, Ulrich & Eppinger (2012) dalam Product Design and Development menegaskan bahwa pengembangan produk baru membutuhkan koordinasi lintas fungsi mulai dari desain, produksi, hingga pemasaran, sehingga kompleksitasnya jauh lebih tinggi dibandingkan modifikasi produk lama. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa membuat produk baru lebih sulit dibandingkan mengembangkan produk lama.

Kedua, mengenai mempertahankan konsumen lama atau mencari konsumen baru, Peppers & Rogers (2011) dalam Managing Customer Relationships menyebutkan bahwa biaya untuk mendapatkan pelanggan baru bisa 5–10 kali lebih besar daripada biaya mempertahankan pelanggan lama. Hal ini diperkuat oleh Zeithaml, Berry, & Parasuraman (1996) dalam Journal of Marketing yang menyatakan bahwa pelanggan yang puas lebih murah untuk dipertahankan, dan bahkan berpotensi melakukan pembelian ulang serta memberikan rekomendasi positif kepada orang lain. Artinya, mencari konsumen baru lebih sulit dan mahal dibanding mempertahankan konsumen lama.

Ketiga, tentang cara mempertahankan loyalitas konsumen, Dick & Basu (1994) dalam Journal of the Academy of Marketing Science menekankan bahwa loyalitas terbentuk dari kombinasi kepuasan, kepercayaan, serta keterikatan emosional dengan merek. Sementara itu, Aaker (1991) dalam bukunya Managing Brand Equity menegaskan bahwa loyalitas dapat dijaga melalui diferensiasi merek, kualitas yang konsisten, serta strategi penguatan ekuitas merek. Oleh karena itu, perusahaan yang ingin mempertahankan loyalitas konsumen perlu menjaga kualitas produk, membangun kepercayaan, serta memberikan nilai tambah yang membuat konsumen merasa terikat secara emosional.

Berdasarkan pandangan para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa penciptaan produk baru lebih sulit dibanding pengembangan produk lama, mencari konsumen baru lebih sulit dibanding mempertahankan konsumen lama, dan loyalitas konsumen dapat dijaga dengan kepuasan, kepercayaan, serta kekuatan merek. Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama perusahaan sebaiknya bukan hanya inovasi produk, tetapi juga strategi hubungan jangka panjang dengan konsumen.


Dokumentasi Kegiatan : 






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memperkenalkan Produk Baru Kepada Konsumen secara Online

Memperkenalkan Produk Baru Kepada Konsumen secara Offline